MEMBANGKITKAN PUBLIKASI LPMP PROVINSI ACEH MELALUI PELATIHAN JURNALISTIK

MEMBANGKITKAN PUBLIKASI LPMP PROVINSI ACEH MELALUI PELATIHAN JURNALISTIK

Banda Aceh, 24 Maret 2021 — Sebagai upaya mendorong media informasi dan publikasi yang beberapa tahun lalu mati segan hidup tidak mau untuk bangkit kembali, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik untuk 20 pegawai di yang terlibat dalam penyusunan bahan informasi dan publikasi di lingkungan LPMP Provinsi Aceh. Pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh tersebut berlangsung selama 3 hari, dimulai pada hari Senin, 22 sampai dengan Rabu, 24 Maret 2021.

Pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan oleh LPMP Aceh tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Teuku Meldi Kesuma  (Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala), Nasir Nurdin (Pemimpin redaksi Theacehpost.com), dan Faisal Ilyas, SE, MM (Aceh Documentary).

Pada saat pembukaan kegiatan, Kepala LPMP Provinsi Aceh, Dr. Muslihuddin, M.Pd, mengamanatkan kepada peserta agar informasi dan kemampuan yang didapat dari pelatihan jurnalistik ini segera diimplementasikan dalam penyusunan bahan informasi dan publikasi di lingkungan Lembaga. Sejak dilantik sebagai Kepala LPMP Provinsi Aceh, Muslihuddin telah memberikan perhatian khusus dan menekankan pentingnya publikasi bagi sebuah Lembaga.

“Di era informasi berbasis multimedia saat ini, publikasi merupakan corong utama bagi sebuah Lembaga, tanpa ada publikasi yang baik kinerja lembaga juga tidak akan terekspos oleh publik” kata Kepala LPMP Provinsi Aceh. Beliau menambahkan, dengan solidnya tim publikasi terutama di lingkup media sosial maka penyampaian informasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, guru dan tenaga kependidikan di 23 kabupaten/kota Provinsi Aceh akan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Beliau berharap Jurnal Akselerasi Pendidikan, Majalah Serambi Pendidikan, laman situs dan media sosial yang dimiliki LPMP Provinsi Aceh agar bangkit dan semakin aktif sehingga tidak saja mampu meningkatkan kinerja LPMP Provinsi Aceh namun juga mampu memberikan sumbangsih terhadap peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Aceh. Kepala LPMP Provinsi Aceh tersebut juga berharap dengan Pelatihan Jurnalistik ini, para peserta akan kembali aktif menulis dan memeriahkan media publikasi yang dimiliki LPMP Provinsi Aceh

Pada saat penyampaian materi, Narasumber T. Meldi Kesuma yang memaparkan materi tentang Menulis Praktik Baik menjelaskan bahwa dalam dunia pendidikan Aceh banyak praktik baik yang layak untuk diinformasikan kepada publik dan dapat menjadi teladan bagi para pembacanya yang kemudian akan mengadopsi praktik baik tersebut. Praktik baik dalam dunia pendidikan adalah praktik yang memiliki dampak positif bagi peningkatan akses, kualitias, relevansi dan efisiensi pendidikan.

Agar peserta terlibat aktif dalam pelatihan jurnalistik ini, setelah selesai memaparkan materi, T. Meldi Kesuma mengarahkan peserta bekerja secara berkelompok kemudian membuat berita dari tayangan video praktik baik dengan menggunakan template yang telah diberikan. Selanjutnya narasumber menjelaskan lebih lanjut tentang penulisan ilmiah yang layak dimuat dalam jurnal, baik nasional maupun internasional.

Saat sesi penulisan praktik baik selesai, pelatihan dilanjutkan dengan materi Mengenal Ragam Karya Jurnalistik dan Teknik Menulis Laporan Mendalam yang disampaikan oleh Nasir Nurdin, wartawan senior Harian Serambi Indonesia, yang disambut dengan antusiasme peserta pelatihan. Beliau menjelaskan bahwa pada hakikatnya jurnalistik itu adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah dan menyiarkan berita.

Nasir menjelaskan lebih jauh dengan memaparkan bahwa dalam perspektif jurnalistik ada beberapa jenis berita dan salah satunya adalah Berita Investigatif. Menulis berita investigatif dilakukan dengan penyelidikan mendalam bahkan dengan penyamaran. “Keberhasilan investigator adalah ketika sumber berita tergagap karena mempunyai bukti pembanding yang tidak bisa dipatahkan” ungkap Nasir. Penting bagi penulis berita investigatif untuk melihat sudut pandang dari sebuah pertanyaan investigasi. Nasir menambahkan, yang paling krusial dari sebuah berita investigatif adalah hak jawab. Upaya konfirmasi melalui hak jawab wajib dilakukan setelah rangkaian proses mewawancara dengan sumber pendukung selesai.

Setelah pemaparan selesai, peserta melakukan tanya jawab dengan wartawan senior tersebut. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Materi Membangun Engagement di Media Sosial yang disampaikan oleh narasumber terakhir, Faisal Ilyas.

Penulis: Melur Senjahari

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan